Mau Bikin PT? Ikuti Syarat & Langkah-langkah Berikut

Anda baru mulai bisnis tapi penjualannya sudah stabil? 

Langkah berikutnya agar bisnis Anda berkembang adalah mendaftarkannya sebagai badan usaha, sebagai PT (Perseroan Terbatas) salah satunya.

Bisnis yang punya izin PT, berarti mengantongi izin resmi dari pemerintah dan dinyatakan legal dari sudut pandang hukum. Dengan menjadi legal, akan membuka banyak kesempatan, misalnya: mendapat pinjaman modal dan melindungi aset pribadi ketika usaha bangkrut atau bermasalah.

PT adalah kegiatan usaha dengan modal dasar yang terbagi dalam saham. Sebuah PT harus mengikuti ketentuan serta persyaratan yang termuat dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT).

Jenis-jenis PT

Ada beberapa jenis PT, berdasarkan bentuk kepemilikan sahamnya, yaitu sebagai berikut.

  1. PT terbuka, atau PT yang menjual sahamnya secara bebas kepada siapa saja.

  2. PT tertutup, atau PT yang sudah menjual sahamnya, namun hanya untuk kalangan terbatas.

  3. PT perseorangan, atau PT yang dimiliki oleh satu orang sebagai pemilik saham tunggal.

  4. PT domestik, atau PT yang didirikan di dalam negeri sehingga harus mengikuti peraturan yang ada di Indonesia.

  5. PT asing, atau PT yang didirikan di luar negeri namun masih memiliki keharusan untuk mengikuti peraturan di Indonesia.

  6. PT umum atau publik, atau PT yang sudah memiliki saham terdaftar di bursa efek dan ditawarkan untuk publik.

Manfaat Memiliki Izin PT

Jika muncul pertanyaan di benak Anda, mengapa saya perlu mendaftarkan bisnis saya sebagai badan usaha? Jawabannya, karena badan usaha membawa beberapa dampak positif, seperti:

Dilindungi hukum

Bisnis Anda menjadi legal di mata hukum. Artinya jika ada orang yang berniat jahat menutup atau menggusur, Anda bisa melawan di pengadilan. Contoh lainnya, jika Anda dan rekan bisnis bertengkar, maka penyelesaiannya bisa dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku. 

Mudah mendapat pinjaman dan bisa ikut tender

Bisnis dengan PT relatif lebih mudah dapat pinjaman bank, karena pihak bank tentu lebih “percaya” pada bisnis yang telah resmi menjadi badan hukum. Meskipun memang, ada jenis pinjaman khusus bisnis non-PT, tapi biasanya nominalnya lebih kecil.

Selain itu, dengan menjadi sebuah PT, bisnis Anda bisa mengikuti tender atau lelang proyek. Biasanya, nilai pekerjaan sebuah tender atau lelang, lebih menguntungkan.

Harta pribadi tidak tercampur

Setelah bisnis menjadi PT, maka harta pribadi dan bisnis Anda akan dipisahkan. Artinya, jika suatu saat bisnis mengalami masalah, seperti: terlilit hutang, maka harta pribadi Anda tak mesti dijadikan jaminan. Dengan kata lain, si pemberi utang tak berhak memaksa membayar hutang bisnis dengan harta pribadi Anda.

Mempermudah penjualan saham

Jika suatu saat Anda memutuskan untuk tidak lagi mengurusi bisnis Anda, kepemilikan Anda dapat dijual atau dialihkan ke pihak lain dalam bentuk saham. Namun hal ini baru dapat dilakukan jika perusahaan Anda sudah berbentuk PT, sebab PT berfungsi untuk menjadi wadah untuk menghitung modal bersama dan membaginya ke dalam beberapa saham-saham. 

Haruskah UMKM Punya Izin PT?

Izin PT sebaiknya dilakukan atas dasar kebutuhan, bukan keinginan. Sebab, bisnis yang berbentuk PT memiliki kewajiban pajak yang harus ditanggung. Oleh karena itu, Anda perlu menunggu timing yang tepat untuk mendaftarkan izin PT. 

Lantas kapan waktu yang tepat untuk menjadikan sebuah bisnis menjadi PT?

Salah satu momen yang menandakan butuh izin PT adalah ketika ada investor baru untuk bisnis Anda. 

Porsi kepemilikan perusahaan setiap investor, termasuk Anda sebagai pemilik perusahaan, ditentukan dari persentase saham yang dimiliki. Jumlah saham serta peran setiap pihak akan tercantum di Akta Pendirian PT. Dokumen itu yang menjadi rujukan publik.

Selain keperluan internal, ada keperluan eksternal yang menyebabkan Anda butuh mendaftarkan bisnis Anda sebagai PT. Misalnya, ada kebutuhan untuk menggunakan vendor tertentu yang meminta izin PT.

Syarat Membuat Izin PT

Ada beberapa kriteria yang harus terpenuhi jika Anda ingin mengubah perusahaan Anda menjadi PT:

  1. Terdiri dari minimal 2 orang dimana masing-masing memiliki kepemilikan saham. Namun, pemberlakuan aturan turunan UU Cipta Kerja menyebabkan terbitnya peraturan baru yang memberi kemudahan pemberian izin PT kepada PT usaha kecil dan mikro. Kini, perusahaan milik 1 orang pun sudah bisa mengajukan izin PT perorangan.

  2. Sudah memiliki rincian identitas perusahaan yang tertuang dalam akta notaris. Adapun informasi yang perlu ada di dalam akta notaris adalah nama perusahaan, modal awal, jumlah saham industri usaha, alamat, serta tujuan pendirian PT. 

  3. Memiliki akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Kemenkumham Republik Indonesia.

  4. Menyetorkan modal awal minimum 25% dari jumlah modal.

Ada beberapa dokumen yang dipersiapkan sebagai syarat untuk mengajukan izin PT, yaitu sebagai berikut:

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (PT) pemegang saham.

  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pemegang saham dan pengurus.

  3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) para pemegang saham dan pengurus.

  4. Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) beserta bukti bayar 1 tahun terakhir sesuai domisili perusahaan.

  5. Fotokopi Surat Kontrak atau Sewa kantor sebagai bukti kepemilikan tempat usaha.

  6. Surat Keterangan Domisili jika jika kantor bisnis Anda berada di area perkantoran.

Kemudahan Izin PT untuk Usaha Kecil dan Mikro (UMKM)

Hanya bisnis di kategori usaha kecil dan mikro, yang mendapatkan kemudahan membuat PT, sesuai pemberlakuan UU Cipta Kerja terbaru.

Seperti yang termuat dalam PP 7/2021 Pasal 1 Nomor 2, usaha mikro merupakan usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah ini.

Modal usaha yang mikro maksimal Rp 1 miliar, di luar tanah, bangunan, serta tempat usaha. Untuk tergolong dalam usaha mikro, batas hasil penjualan tahunan maksimal Rp 2 miliar. 

Masih merujuk pada regulasi yang sama, usaha kecil merujuk pada usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, didirikan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. 

Kemudahan yang diberikan adalah syarat modal dasar PT. Jika sebelumnya modal dasar untuk membuat PT adalah Rp 50 juta, kini tidak ada besaran modal minimal untuk pendirian PT. Besaran modal akan tergantung dari kesepakatan para pendiri PT.

Jika Anda merupakan pelaku usaha kecil dan mikro, Anda tidak perlu repot-repot memikirkan modal dasar dengan angka tinggi. 

Meski demikian, modal dasar PT tetap harus disetor sebanyak minimal 25 persen dan dapat dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah. 

Masa Berlaku Izin PT

Akta pendirian PT berlaku seumur hidup, selama perusahaan masih beroperasional. namun akta ini perlu diperbaharui serta disahkan ulang setiap 5 tahun sekali. Hal ini disebabkan masa berlaku pengurus perusahaan hanya berlaku selama maksimal 5 tahun.

Langkah Membuat Izin PT

Setelah Anda mengetahui pengertian, manfaat, serta syarat mengajukan izin PT, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Persiapkan data pendirian PT Anda

  1. Nama PT

Mulai dari bentuk nama PT, yang harus terdiri dari minimal 3 suku kata, bukan serapan asing, serta tidak menggunakan nama PT yang sudah digunakan oleh orang lain.

Anda dapat membaca PP 43/2011 mengenai Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama PErseroan Terbatas untuk mempelajari aturan pemakaian nama PT. 

  1. Tempat dan kedudukan PT

Kemudian, tentukan kotamadya atau kabupaten tempat lokasi PT berada dan berkedudukan hukum. Jika Anda memilih Jakarta Selatan sebagai tempat kedudukan PT, pastikan alamat PT juga berada di Jakarta Selatan.

Jika alamat kegiatan usaha berbeda dengan yang didaftarkan, maka tempat usaha Anda tersebut akan dianggap sebagai cabang, sehingga memerlukan izin Akta Cabang.

  1. Maksud dan tujuan PT

Anda dapat memilih bidang usaha apa pun, sesuai bidang usaha perusahaan Anda, kecuali yang dilarang oleh peraturan. Bidang usaha yang Anda jalankan ini harus tertulis dalam akta pendirian PT dan memiliki izin usaha.

Misalnya, jika usaha Anda adalah restoran, Anda wajib memiliki Izin Restoran. 

  1. Struktur permodalan PT

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak ada batas minimal modal PT berkat regulasi baru yang tercantum di PP No. 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas. 

Namun, Anda tetap perlu menyediakan 25% dari modal yang akan disetorkan. Modal ini tidak akan mengendap dalam rekening atas nama PT dan dapat digunakan untuk keperluan usaha sewaktu-waktu. 

  1. Jajaran pengurus PT

Pengurus PT umumnya terdiri dari direktur dan komisaris. Jika memiliki lebih dari 1 direktur, ada salah satu pihak yang perlu diangkat sebagai Direktur Utama. Hal yang sama berlaku untuk komisaris.

Adapun tugas direktur adalah menjalankan perusahaan sehari-hari dan berhak bertindak atas nama perusahaan. Sehingga, direktur dapat memberikan tanda tangan kontrak, giro, dan cek atas nama perusahaan. Sedangkan komisaris bertugas memberi nasihat kepada direktur.

2. Membuat Akta Pendirian PT di notaris

Notaris yang ditunjuk tidak memiliki kewajiban untuk berada di lokasi yang sama dengan kedudukan PT Anda. Meski demikian, Anda perlu memastika notaris yang Anda percayai telah memperoleh SK pengangkatan, disumpah, serta terdaftar di Kemenkumham.

Semua pendiri PT perlu hadir untuk memberikan tanda tangan pada Akta Pendirian PT di hadapan notaris. Jika ada yang berhalangan, dapat diwakilkan oleh orang lain.

Pada tahap ini, notaris akan menjelaskan maksud pasal-pasal dalam pendirian PT, serta meminta beberapa kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. 

3. Ajukan izin usaha

Anda perlu mengajukan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) agar Anda dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Hal ini diatur dalam Permendag No. 46 Tahun 2009.

Jika Anda memiliki perusahaan yang bergerak di 2 bidang usaha yang berbeda, maka Anda memerlukan 2 SIUP yang berbeda pula.

SIUP dapat Anda urus di Kantor Dinas Perdagangan, baik pusat maupun daerah.

4. Dapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (NPPKP)

NPWP merupakan nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan. Nomor ini sebagai identitas bagi wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. 

Sedangkan NPPKP sendiri merupakan nomor identitas yang diberikan ketika pengusaha dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan terikat kewajiban-kewajiban perpajakan PKP.

Baik NPWP maupun NPPKP keduanya dapat diajukan melalui https://ereg.pajak.go.id atau kantor pajak setempat.

5. Daftarkan PT 

Setelah semua langkah-langkah di atas Anda lakukan, Anda dapat mendaftarkan PT di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) atau Dinas Ketenagakerjaan.

Dengan langkah-langkah pendaftaran PT yang cukup panjang, ada beberapa perusahaan yang menawarkan layanan untuk mendaftarkan perusahaan Anda menjadi PT. Anda dapat mempertimbangkan layanan ini jika Anda menginginkan proses pengajuan izin PT yang relatif lebih cepat.

0 views0 comments