Cara Pasang Iklan di Instagram

Per Agustus 2021, 98 juta orang Indonesia punya akun Instagram. Itu sama dengan 35,5% dari total penduduk Indonesia. 

Kebanyakan pengguna Instagram adalah perempuan, meski tidak dominan, hanya 53,2% saja. Sebagian besarnya adalah anak muda, kisaran umur 18-24 tahun. 


Jika mereka adalah profil konsumen yang Anda cari, maka beriklan di Instagram adalah keputusan tepat. 

Walau bukan berarti salah, jika Anda pasang iklan di Instagram tapi mengincar para orang tua. Sebab, ada juga orang Indonesia di rentang usia 35-54 tahun yang aktif di Instagram. 

Sebelum masuk ke panduan beriklan di Instagram, berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mereka yang pertama kali pasang iklan.

Pertanyaan seputar beriklan di Instagram

1. Haruskan saya punya akun Instagram untuk bisa beriklan?

Sebenarnya, Anda harus punya Facebook Page untuk pasang iklan di Instagram. Meskipun hanya berlaku di jenis iklan Newsfeed Ads dan Story Ads.

Namun, per tahun 2020, kita bisa beriklan di Instagram tanpa punya akun Facebook. Walau itu hanya berlaku di jenis iklan Boost/Promoted Post atau iklan dari konten yang pernah di-posting.

2. Bisakah iklan di Instagram muncul juga di Facebook?

Bisa. Akan ada pilihan jenis iklan di Facebook yang bisa dipilih. Beberapa jenis iklan mungkin butuh ukuran gambar dan panjang teks/caption berbeda.

3. Berapa biaya termurah buat beriklan di Instagram?

Per tahun 2021, Anda bisa beriklan di Instagram mulai dari Rp10.000 per hari. Namun, ketika membuat iklan di Instagram, ada 2 hal yang perlu Anda tentukan:

  1. Durasi iklan.

  2. Total budget iklan.

Punya pertanyaan lain? Tulis di kolom komentar ya.

3 Jenis iklan di Instagram

Kenali berbagai jenis iklan yang dapat dijalankan di Instagram beserta karakteristiknya:

1. Instagram Newsfeed Ads

Iklan jenis ini muncul di bagian feed. Iklan muncul di antara konten-konten buatan orang yang Anda follow

Yang membedakan iklan jenis ini dengan konten biasa, ada sebuah tombol CTA (Click To Action) di bawah gambarnya. Di contoh gambar di atas, CTA-nya berupa “Learn More”. Ada beberapa opsi CTA yang tersedia dan bisa dipilih ketika nanti Anda membuat iklan di Instagram.

Contoh Instagram Newsfeed Ads

Contoh Instagram Newsfeed Ads


Kelebihan Instagram Newsfeed Ads: 

  1. Muncul alamiah di antara konten non-iklan.

  2. Konten iklan bisa pakai gambar yang tak ingin Anda munculkan di feed.

  3. Konsumen bisa langsung berinteraksi dengan iklan (like, comment atau share) atau dengan konsumen lainnya di kolom komentar.

Kekurangan Instagram Newsfeed Ads

  1. Konsumen bisa melihat atau menulis hal negatif di kolom komentar.

2. Instagram Story Ads

Tidak hanya pada feed, Anda juga dapat memasang iklan di Instagram Story.

Instagram Story Ads ditampilkan secara full-screen, dan dapat memakai semua fitur di Instagram Story. Seperti contoh di bawah, pengiklan memakai fitur polling di dalam iklannya.

Meski tidak ada caption, iklan di Instagram Story tetap memiliki beberapa pilihan CTA. Anda bisa mengarahkan CTA ke website, akun Instagram atau memulai chat ke nomor WhatsApp Anda.

Contoh Instagram Story Ads

Contoh Instagram Story Ads


Kelebihan Instagram Story Ads

  1. Muncul alamiah di antara konten non-iklan.

  2. Tampil full screen dan interaktif pakai fitur di Instagram Story.

  3. Bisa dimanfaatkan sebagai alat survei pelanggan.

Kekurangan Instagram Story Ads

  1. Jika iklan berupa video, durasinya maksimal hanya 15 detik.

3. Instagram Boost Post

Di sisi konsumen, antara Instagram Boost Post dan Newsfeed Ads tidak ada perbedaannya. Bedanya terlihat di sisi pengiklan.

Untuk Instagram Boost Post, iklannya memakai konten yang pernah Anda unggah sebelumnya. Sedangkan untuk Newsfeed Ads dan Story Ads, kontennya bisa memakai gambar atau video yang belum pernah Anda unggah sebelumnya.

Contoh kasus, ketika salah satu konten Anda viral, konten tersebut bisa langsung dijadikan iklan supaya tambah viral lagi. Makanya, jenis iklan ini dinamakan Boost Post, karena mengiklankan (boost) konten (post) yang ada.

Boost Post dilakukan dengan klik tombol “Promote” di konten Instagram Anda.

Boost Post dilakukan dengan klik tombol “Promote” di konten Instagram Anda.


Kelebihan Instagram Boost Post

  1. Relatif lebih simpel untuk memulai iklan.

  2. Memakai konten yang ada sebagai iklan; memudahkan.

Kekurangan Instagram Boost Post

  1. Karena pakai konten yang ada, maka hanya bisa mengubah caption.

Cara memulai beriklan di Instagram

Instagram tergabung dalam perusahaan Facebook. Oleh karena itu, ketika Anda ingin membuat iklan di Instagram, Anda perlu memakai akun Facebook Anda. Kecuali, untuk jenis iklan Instagram Boost Post, Anda bisa langsung membuat iklan langsung dari akun Instagram.

1. Setup akun Facebook for Business

Setup akun Facebook for Business

Setup akun Facebook for Business


Kunjungi laman Facebook for Business, kemudian pilih tombol “Create an Ad” di pojok kanan atas. Pastikan Anda juga sudah terhubung dengan akun Facebook Anda. Jika belum, Anda dapat masuk dengan email dan password akun Facebook Anda.

2. Tentukan tujuan Anda beriklan

Tentukan tujuan Anda beriklan

Tentukan tujuan Anda beriklan


Anda akan diminta untuk memilih tujuan Anda beriklan: 

Apakah ingin meningkatkan jumlah kunjungan (traffic) ke situs Anda? 

Ingin meningkatkan jumlah instal aplikasi Anda? 

Atau mempromosikan Facebook Page Anda?

Bahkan, Anda juga dapat mengatur jika tujuan iklan Anda adalah mendapatkan lebih banyak pesan (get more message), yang menandakan konsumen sudah di tahap mau beli produk atau jasa Anda.

Anda juga dapat memilih “Get started with Automated Ads” jika ingin iklan ditayangkan secara otomatis. Cara kerjanya, algoritma Facebook akan menerapkan kombinasi dari berbagai faktor, lalu menayangkan iklan berdasarkan kombinasi terbaik.

Di tahap ini, Anda dapat sesuaikan dengan gambar iklannya. Misalnya, jika Anda ingin meningkatkan jumlah instal aplikasi, Anda dapat membuat gambar berisi fitur-fitur aplikasi atau kemudahan yang ditawarkan.

3. Pilih konten yang mau diiklankan (jika tujuannya “Boost a Post”)

Pilih konten yang mau diiklankan (jika tujuannya "Boost a Post")

Pilih konten yang mau diiklankan (jika tujuannya “Boost a Post”)


Kita anggap Anda ingin mengubah salah satu konten menjadi iklan. Yang artinya, Anda memilih “Boost a post” sebagai tujuan beriklan.

Langkah selanjutnya, Anda tinggal memilih konten yang ingin di-boost seperti tampilan di atas.

Biasanya pengiklan memilih konten yang paling banyak di-like atau engage, agar semakin viral. Namun, tak ada salahnya memilih konten yang kurang perform, supaya mendapat like atau engagement yang sama dengan lainnya.

4. Atur target audiens, durasi, budget dan penempatan iklan

Atur target audiens, durasi, budget dan penempatan iklan

Atur target audiens, durasi, budget dan penempatan iklan


Ini langkah terakhir dalam menyiapkan iklan. Setidaknya ada 5 hal yang perlu Anda tentukan:

  1. Jenis tombol CTA (Click To Action).

  2. Target audiens.

  3. Durasi dan bujet iklan.

  4. Penempatan dan metode bayar.

a. Pilih tombol CTA

Pilih tombol CTA

Jika Anda memilih tujuan beriklan lainnya, mungkin pilihan tombol CTA yang Anda lihat akan berbeda. 

Bila Anda memilih “Boost a post” sebagai tujuan beriklan, ini pilihan yang muncul. Setiap tombol mengarahkan konsumen ke hal berbeda sesuai konteks. Misal:

  1. Send Message = mengarahkan konsumen untuk mengirimi Anda pesan.

  2. Sign Up = mengarahkan konsumen ke website Anda; tepatnya ke halaman pendaftaran.

  3. Learn More = mengarahkan konsumen ke website Anda.

b. Atur target audiens

Atur target audiens

Anda dapat menentukan lokasi audiens yang ingin Anda sasar. Lokasi yang dimaksud tidak hanya merujuk pada lokasi di skala negara, misalnya Indonesia, tapi juga di skala kota. Anda bahkan bisa memfokuskan iklan pada area spesifik, misalnya Bekasi atau BSD.

Pilih rentang usia audiens yang Anda sasar.

Lalu, pilih minat (interest) audiens yang berhubungan dengan iklan Anda, dan memiliki kemungkinan untuk tertarik dengan produk atau jasa Anda. 

Misalnya, jika Anda menjual minuman sehat, memasukkan kata kunci: healthy food, yoga, vegetarian atau plant-based ke dalam daftar interest. 

Fitur ini akan terbuka jika Anda memilih smart audience, namun Anda juga dapat membiarkan algoritma Facebook yang menentukan audiensnya secara otomatis. Misalnya, orang-orang yang berada di area Anda atau orang-orang yang pernah Like konten Anda sebelumnya.

c. Tentukan durasi dan bujet iklan

Tentukan durasi dan bujet iklan

Kapan dan berapa lama iklan akan tayang? Semua bisa diatur, sesuai dengan anggaran yang Anda miliki.

Tentu, semakin besar jumlah anggaran, akan semakin sering iklan Anda tayang atau semakin banyak orang yang melihat iklan Anda.

Meski demikian, pastikan anggaran yang Anda tentukan sesuai dengan proyeksi keuangan Anda. 

Perlu diperhatikan bahwa beriklan di Instagram tak selalu memberi hasil bagus. Sebab, banyak faktor yang mungkin butuh diuji coba. Misal, sebuah gambar iklan mungkin hanya menarik perhatian anak-anak muda, ketimbang orang tua.

Jika iklan Anda tak sesuai ekspektasi, lakukan evaluasi, apakah target audiens sudah tepat? Apakah materi iklan sudah cukup menarik secara visual? Dan pertimbangan-pertimbangan lainnya. 

Hal-hal tersebut baru bisa Anda pelajari setelah memasang iklan.

Oleh karena itu, usahakan tidak mengalokasikan seluruh anggaran yang Anda miliki pada satu kali penayangan iklan di Instagram.

d. Atur penempatan iklan dan metode bayar

Atur penempatan iklan dan metode bayar

Selanjutnya, menentukan di mana aja iklan akan ditampilkan. Hal ini penting menyesuaikan dengan beberapa pertimbangan-pertimbangan.

Misalnya, target audiens Anda merupakan anak muda di rentang usia 18-24 tahun. Dari observasi Anda, target audiens tersebut lebih sering membuka Instagram Story dibanding Instagram Feed. 

Berdasarkan hasil observasi tersebut, Anda dapat memfokuskan anggaran Anda untuk memasang iklan di Instagram Story.

Terakhir, pilih metode bayar yang Anda inginkan. Metode ini bervariasi, mulai dari kartu kredit, transfer bank, hingga dompet elektronik seperti Go-Pay dan DOKU.

5. Mulai jalankan iklan

Mulai jalankan iklan

Mulai jalankan iklan


Setelah semua pengaturan selesai, Anda bisa mulai jalankan iklan dengan klik tombol “Boost Post Now” di bagian bawah. Tulisan di tombol mungkin berbeda jika Anda memilih tujuan beriklan lainnya.

Masih bingung buat beriklan di Instagram? Tanya kami di kolom komentar.

1 view0 comments

Recent Posts

See All