Cara Pasang Iklan di Facebook

Sekitar 68% penduduk Indonesia punya akun Facebook. Dalam kata lain, 3 dari 5 orang Indonesia ada di Facebook.

Find more statistics at NapoleonCat

Artinya, siapapun target pasar Anda, kemungkinan besar mereka ada di Facebook. Oleh karena itu, beriklan di Facebook dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan bisnis Anda.

Perbedaan beriklan di Facebook dan Instagram

Meski Facebook dan Instagram adalah ada di satu grup perusahaan yang sama, ada perbedaan cara antara keduanya. Simak cara pasang iklan di Instagram, jika Anda juga tertarik beriklan di sana.

Persamaan antara beriklan di Instagram (Instagram Ads) atau di Facebook (Facebook Ads), keduanya dapat diatur menggunakan platform yang sama, yaitu Facebook Ads Manager. 

Namun, menurut Sprout Social, ada beberapa perbedaan antara iklan keduanya:Iklan di FacebookIklan di InstagramManajemen iklanLebih detil. Anda dapat mencoba lebih banyak konfigurasi iklan.Lebih simpel, sehingga tampilan lebih mudah dipahami.Demografi audiensBerusia relatif lebih tua, seperti generasi X dan sebagian milenial.Dipenuhi dengan kalangan lebih muda, seperti milenial dan generasi Z.KontenLebih berfokus pada teks.Lebih berfokus pada visual: warna, desain, animasi.IndustriCocok untuk perusahaan jasa atau produk yang tidak terlalu mengandalkan tampilan.Cocok untuk fesyen, kuliner, serta produk lain yang mengutamakan tampilan sebagai daya tarik.

Selain melihat perbedaan dari pengaturan pemasangan iklannya, penting juga untuk mengetahui kecenderungan penggunanya dalam berinteraksi.

Pengguna Facebook relatif menyukai konten-konten yang informatif, dan mereka cenderung akan membagikan konten yang mereka sukai ke orang-orang terdekat. Selain itu, algoritma Facebook memungkinkan seseorang untuk melihat konten yang disukai oleh semua teman-temannya.

Anggap konten dari bisnis Anda di-like oleh A, semua teman A di Facebook akan melihat konten Anda, dan begitu seterusnya.

6 jenis iklan di Facebook

Photo

Facebook Photo Ads

Facebook Photo Ads


Sesuai namanya, jenis iklan Facebook ini bersumber pada gambar statis. Jenis iklan ini juga merupakan yang tersimpel, dibandingkan dengan jenis iklan lainnya. Komponen yang perlu Anda siapkan hanyalah aset iklan berupa foto atau gambar statis, caption, serta Call To Action (CTA). 

Sebuah Facebook Photo Ad bisa ditempatkan di beranda, kolom kanan, artikel instan, marketplace, atau story.

Setiap penempatan butuh dimensi gambar berbeda-beda:

  1. Story 1080 x 1920 pixel.

  2. Beranda 1080 x 1350 pixel.

  3. Marketplace 1200 x 1200 pixel.

  4. Artikel instan 1200 x 1200 pixel.

  5. Kolom kanan 1200 x 1200 pixel.

Video

Facebook Video Ads

Facebook Video Ads


Jika Anda ingin menarik perhatian pengguna Facebook dengan gambar bergerak atau animasi, Anda dapat menggunakan jenis iklan Facebook Video Ad.

Facebook Video Ad ini juga dapat Anda pilih penempatannya, mulai dari Facebook Feed, beranda, serta marketplace. Ketiganya memiliki durasi maksimal yang cukup panjang, yaitu 240 menit atau 4 jam sehingga Anda dapat berkreasi dengan video pendek maupun panjang.

Meski demikian, perlu Anda ingat bahwa video yang terlalu panjang dan tidak langsung menyampaikan poin-poin penting akan memiliki risiko untuk tidak ditonton hingga video selesai.

Slideshow

Facebook Slideshow Ads

Facebook Slideshow Ads


Jenis iklan ini memungkinkan Anda untuk menampilkan gabungan antara gambar, video, serta teks. Facebook memberikan pilihan rentang minimal 3 slide hingga 10 slide untuk pilihan iklan slideshow.

Ada tips untuk dapat memaksimalkan penyampaian pesan pada iklan jenis slideshow, yaitu prinsip AIDA. Dalam dunia marketing, AIDA menggambarkan efek yang mungkin dihasilkan dari media iklan yaitu Attention (perhatian), Interest (Minat), Desire (Keinginan), serta Action (Aksi).

Pada slide-slide awal, usahakan Anda menarik perhatian (Attention) pengguna terlebih dahulu. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan pemilihan kata yang menarik atau foto yang beresolusi tinggi. 

Kemudian, buat audiens memiliki minat (Interest) pada produk Anda, dengan menyertakan keunggulan produk Anda dibandingkan dengan produk lainnya.

Jangan lupa sertakan informasi pelengkap mengenai mengapa audiens harus membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan, untuk membentuk keinginan (Desire). Misalnya, Anda menawarkan garansi uang kembali, layanan call center, serta program loyalti.

Pada bagian akhir, jangan lupa pasang Call to Action (CTA) seperti kalimat ajakan untuk membeli dan informasi dimana audiens dapat membeli produk atau jasa Anda. Inilah yang disebut efek Action (aksi).

Carousel

Facebook Carousel Ads

Facebook Carousel Ads


Jenis iklan ini mirip dengan iklan Slideshow, namun memiliki perbedaan. Pada Slideshow, gambar akan muncul satu per satu secara bergantian sedangkan pada Carousel, deretan gambar langsung terlihat dalam satu tampilan. 

Perbedaan menarik dari Carousel dibandingkan dengan Slideshow adalah Anda dapat menaruh tombol CTA di tiap gambar, sehingga audiens tidak perlu melihat iklan Anda sampai habis untuk dapat mengetahui di mana mereka dapat membeli produk atau jasa Anda.

Instant Experience 

Facebook Instant Experience Ads

Facebook Instant Experience Ads


Instant Experience merupakan fitur yang dibuat untuk mengoptimalkan promosi ketika pengguna membuka iklan pada ponsel mereka. Cara kerjanya mirip dengan iklan pada stories Instagram, dengan gambar yang akan terpampang secara penuh satu layar, kemudian pengguna dapat menggeser gambar dengan gestur jempol, menonton video, dan lain sebagainya.

Collection 

Facebook Collection Ads

Facebook Collection Ads


Collection Ads biasanya merupakan fitur yang tampil bersama Instant Experience. Sehingga, setelah melihat iklan Anda yang terpasang di Instant Experience, audiens dapat langsung melihat katalog Anda secara bersamaan.

Hal ini memperbesar kemungkinan konversi penjualan. Sebab, jika audiens melihat iklan dan tertarik membelinya, ada faktor-faktor lain yang membuat audiens tidak langsung membeli produk atau jasa, seperti keterbatasan waktu, dan keengganan untuk membuka situs resmi toko Anda. Namun dengan menampilkan katalog langsung bersamaan dengan iklan, audiens akan dapat langsung menentukan barang atau jasa yang mereka dapat pilih.

Cara membuat iklan di Facebook

Untuk beriklan di Facebook, Anda mesti memiliki Facebook Page. Setelah itu, ikuti langkah berikut:

1. Buka Facebook Ads Manager


Pastikan Anda sudah masuk ke akun Facebook yang memiliki halaman (Page) yang sudah Anda buat sebelumnya.

2. Klik “Pembuatan Iklan Terpandu”


3. Tentukan tujuan iklan


Dari kiri ke kanan, 3 kelompok tersebut merupakan proses konsumen mulai dari mengenali sebuah produk dan/atau merek, mempertimbangkan untuk membeli produk, hingga akhirnya melakukan transaksi. 

Jika merek perusahaan Anda serta produk atau jasa yang Anda tawarkan relatif baru, ada baiknya Anda memperkenalkannya terlebih dahulu. Anda bisa mempertimbangkan untuk memilih salah satu kampanye yang terletak di kuadran paling kiri. 

Berikut adalah penjabaran macam-macam tujuan kampanye tersebut.

  1. Kesadaran merek (brand awareness): Iklan yang Anda pasang akan bertujuan untuk membuat orang ingat dengan usaha/produk/jasa yang Anda tawarkan. Sehingga, ada kemungkinan orang yang sama akan disuguhkan dengan materi iklan yang sama secara terus menerus.

  2. Jangkauan (reach): Iklan yang Anda pasang akan diusahakan menjangkau orang sebanyak-banyaknya, berdasarkan anggaran yang Anda tetapkan di awal. Jika dibandingkan dengan brand awareness, iklan dengan tujuan ini cenderung disuguhkan satu kali atau dalam frekuensi yang relatif lebih sedikit, namun menyasar lebih banyak orang.

  3. Lalu lintas kunjungan (traffic): Iklan Anda akan diarahkan untuk meningkatkan kunjungan ke profil Instagram Anda, situs atau aplikasi Anda.

  4. Interaksi (interaction): Jika Anda ingin membuat lebih banyak orang menyukai atau memberikan komentar kepada postingan Anda, tujuan interaksi adalah yang paling tepat. 

  5. Pemasangan aplikasi (app installs): Pilih tujuan campaign ini jika Anda ingin lebih banyak orang yang menginstal aplikasi milik Anda.

  6. Penayangan video (video views): Jika Anda membuat konten berupa video dan Anda ingin memasang iklan supaya video tersebut lebih banyak ditonton, pilihlah tujuan campaign ini. 

  7. Pembuatan prospek (lead generation): Tujuan ini menargetkan pengumpulan data pengguna, seperti alamat email. Alamat email ini dapat Anda manfaatkan, misalnya untuk pembuatan newsletter, dan lain sebagainya.

  8. Konversi (conversion): Jika Anda ingin meningkatkan jumlah pembelian produk pada situs Anda, Anda dapat memilih tujuan konversi.

  9. Penjualan katalog produk (catalog sales): Iklan akan berfokus menampilkan produk-produk yang ada di katalog Anda ke audiens yang telah ditentukan.

  10. Kunjungan toko (store traffic): Tujuan kampanye ini cocok Anda pilih terutama jika Anda memiliki toko fisik dan ingin meningkatkan kunjungan pelanggan ke toko Anda. 

4. Pilih jenis iklan Facebook


Pada langkah ini juga Anda akan diminta untuk memasukkan nominal anggaran yang Anda miliki untuk memasang iklan. Semakin besar nominal yang dimasukkan, akan semakin sering iklan Adna ditayangkan atau semakin banyak audiens yang melihat iklan Anda.

5. Tulis nama iklan


Kemudian, Anda akan diminta untuk memilih tujuan dorongan lalu lintas. Apakah Anda ingin orang yang klik iklan Anda dibawa ke situs web, aplikasi, Messenger, atau WhatsApp?

6. Tentukan target audiens


7. Tentukan penempatan iklan


8. Tentukan jadwal tayangnya iklan


9. Pilih format iklan


10. Pilih metode pembayaran


1 view0 comments

Recent Posts

See All