Cara Mulai Bisnis Bengkel Motor & Modal yang Dibutuhkan

Seringkali dalam menentukan bisnis yang ingin dibuka, tren dan kebutuhan pasar menjadi faktor pertimbangan utama. Apakah ada tingkat permintaan (demand) yang tinggi untuk produk atau jasa yang Anda tawarkan?

Jika Anda menggunakan kerangka berpikir ini sebagai landasan dalam membuka bisnis, bisnis bengkel motor dapat menjadi salah satu pilihan Anda.

Alasannya, sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang banyak sekali dimiliki orang Indonesia. Data menurut Badan Pusat Statistik (BPS) per 2021 mencatat bahwa proporsi sepeda motor dibandingkan jenis kendaraan lain sebesar 81,78%.

Keberadaan sepeda motor juga tidak hanya dapat ditemukan di kota-kota besar. Sebagai gambaran, berikut adalah daftar provinsi dengan jumlah sepeda motor terbanyak, terhitung per 2019 seperti dikutip dari Detik.com:

  1. Jawa Timur: 18.977.474 unit sepeda motor

  2. Jadetabek: 15.868.191 unit sepeda motor

  3. Jawa Tengah: 15.846.499 unit sepeda motor

  4. Jawa Barat: 11.737.547 unit sepeda motor

  5. Sumatera Utara: 5.724.881 unit sepeda motor

  6. Bali: 3.742.000 unit sepeda motor

  7. Sulawesi Selatan: 3.438.236 unit sepeda motor

  8. Lampung: 3.187.035 unit sepeda motor

  9. Riau: 3.185.951 unit sepeda motor

  10. Sumatera Selatan: 2.954.630 unit sepeda motor

Butuh modal berapa untuk membuka bengkel motor?

Modal yang dibutuhkan beragam, tergantung dari berbagai faktor, misalnya lokasi, tingkat kelengkapan bengkel, dan lain sebagainya. 

Jika Anda sudah memiliki tempat untuk membuka bengkel, tentu modal yang dibutuhkan untuk membuka bengkel akan jauh berkurang. Misalnya, dengan memanfaatkan garasi rumah Anda.

Tingkat kelengkapan bengkel juga dapat Anda siasati, agar modal yang dibutuhkan kecil dengna perputaran uang yang relatif cepat. Sebuah kanal YouTube Santok SBM yang rutin mengunggah konten-konten seputar bengkel, menerangkan caranya.

Sparepart terbagi menjadi 2 golongan, yaitu slow moving dan fast moving. Sparepart slow moving artinya barang-barang yang relatif lebih sulit terjual seperti knalpot, tangki, cover body, dan lain sebagainya. Sedangkan sparepart fast moving meliputi gear set, ban, oli, busi, dan lain sebagainya yang relatif lebih mudah terjual dan lebih banyak dibutuhkan orang.

Jika Anda baru membuka bisnis bengkel motor, utamakan stok sparepart fast moving agar barang cepat laku, ada uang masuk, dan uang tersebut dapat diputar kembali untuk membeli barang stok lainnya.

Namun jika Anda membutuhkan estimasi angka, sebuah kanal YouTube floren chanel menyebutkan di salah satu videnya bahwa modal bisnis bengkel motor dapat dimulai dari angka 10 juta rupiah saja.

Bagaimana kalau tidak memiliki skill mekanik, apa tetap bisa membuka bisnis bengkel motor?

Jawabannya, tentu saja bisa. Anda dapat mempekerjakan para mekanik yang menjalani kegiatan operasional sehari-hari, sedangkan Anda dapat fokus pada urusan manajerial.

Meski demikian, memiliki ilmu pengetahuan dasar seputar bengkel dan otomotif akan sangat membantu, agar Anda juga dapat mengawasi kerja karyawan dan menentukan standar kualitas jasa yang ingin anda berikan kepada pelanggan.

Cara memulai buka bisnis bengkel motor

Jika Anda sudah yakin untuk membuka bisnis bengkel motor, ikuti langkah-langkah berikut.

Pilih lokasi

Lokasi bengkel motor Anda tidak harus berada di kota besar atau di jalan besar. Pilih lokasi yang mudah diakses, dan perhatikan sekeliling. Apakah sudah ada bengkel motor di area tersebut?

Untuk membantu pelanggan Anda mengenali bengkel Anda, pasang spanduk berisi identitas serta layanan-layanan yang Anda tawarkan.

Isi perlengkapan bengkel

Secara umum, bengkel adalah sebuah bisnis yang menawarkan layanan sebagai komoditas yang dijual. Namun, banyak bengkel yang tidak hanya menjual layanan, namun juga barang, seperti sparepart. 

Pelajari jenis-jenis sparepart, sparepart mana yang termasuk dalam kategori fast moving dan slow moving. Ada beberapa sparepart yang dalam pemasangannya juga biasanya dibutuhkan tenaga mekanik. Sehingga, Anda perlu memahami cara pemasangan sparepart secara mendasar.

Rekrut karyawan

Cari tenaga kerja yang memiliki ilmu atau pengalaman di bengkel, terutama jika Anda sendiri belum mengantongi ilmu serta pengalaman seputar bengkel motor. Mulai dengan merekrut 1-2 karyawan, kemudian jika bengkel Anda sudah lebih ramai, rekrut beberapa tenaga tambahan lagi.

Atur pembukuan

Jangan lupa mencatat semua arus uang masuk dan uang keluar untuk menjaga kesehatan bisnis bengkel motor Anda. Terutama jika Anda sudah merekrut karyawan, Anda harus memastikan ada alokasi uang yang dapat dibayarkan ke karyawan sebagai gaji mereka. 

Jika Anda membutuhkan aplikasi untuk memonitor dan mengelola keuangan, BukuKas dapat menjadi jawabannya. Catat transaksi dan rekap kini jadi lebih mudah laporan keuangan sudah terbuat secara otomatis. Pelajari lebih lanjut layanannya di sini.

Siapkan strategi promosi

Berikan potongan harga atau penawaran spesial bagi pelanggan-pelanggan Anda, agar mereka kembali ke bengkel motor Anda ketika mereka butuh. Atau, Anda dapat membuat semacam program loyalti, misalnya gratis isi angin 1 kali setelah telah 10 kali isi angin di bengkel Anda.

Ojek online juga dapat menjadi salah satu sasaran pelanggan Anda yang utama. Berikan mereka penawaran khusus yang menarik, mengingat mereka pun biasanya memiliki network sesama ojek online.

Kembangkan bisnis

Jika kegiatan operasional bengkel Anda sudah berjalan dengan lebih stabil, pertimbangkan sumber pemasukan lain. Misalnya, dengan menjual minuman dingin dan makanan ringan bagi pemilik sepeda motor yang menunggu motornya diservis.

Sebagai alternatif, Anda juga dapat menyediakan layanan cuci sepeda motor. Hal ini tentu dapat menjadi daya tarik, mengingat langganan Anda tidak perlu bepergian ke banyak tempat untuk mendapatkan motornya beres dan bersih. Cari cara-cara kreatif yang berhubungan dengan layanan utama Anda, namun menjadi poin unik yang belum tentu dimiliki oleh bisnis lain.

1 view0 comments