Cara Mengatur Stok Barang Jualan Agar Bisnis Tidak Merugi

Alur perputaran uang bisnis Anda terhambat? Hati-hati, kurang cerdik dalam mengatur stok barang jualan dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Bagi bisnis yang menjual produk, tentu ada nominal uang yang diinvestasikan ke stok barang. Seringkali pemesanan stok barang dilakukan dalam jumlah besar untuk menghemat ongkos kirim, atau untuk memenuhi batas minimum pemesanan barang.

Alasan lain yang mungkin mendasari penyimpanan stok barang dalam jumlah banyak adalah ingin selalu memenuhi pesanan pelanggan. Jika stok jumlahnya sedikit, bagaimana kalau nanti akan ada pelanggan yang memesan, namun tidak ada suplai barang? 

Jika Anda salah satu yang berpikir demikian, perlu diingat bahwa jumlah stok tidak berbanding lurus dengan jumlah keuntungan. Justru, kesalahan dalam manajemen stok dalam jangka panjang dapat membuat bisnis merugi.

Untuk menghindari hal tersebut, ketahui beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatur stok barang jualan agar tetap dapat memenuhi permintaan pelanggan namun juga tidak membahayakan bisnis berikut.

Hitung jumlah minimal stok barang

Cara yang pertama adalah dengan menetapkan batas minimal jumlah stok barang yang harus ada di gudang inventori Anda. Penetapan angka ini jangan hanya berdasarkan perkiraan, melainkan berdasarkan data pola penjualan yang sudah terbentuk sesuai laju bisnis Anda. 

Buka kembali catatan penjualan Anda selama beberapa periode ke belakang, misalnya satu hingga tiga bulan terakhir. Perhatikan jumlah rata-rata keluarnya stok barang dalam satu hari. Kemudian, perhitungkan waktu pengantaran barang dari penyuplai hingga sampai ke tempat Anda.

Misalnya, rata-rata penjualan bisnis Anda mencapai 100 barang per hari. Perjalanan dari penyuplai hingga sampai ke tempat Anda membutuhkan waktu seminggu. 

Dari data tersebut menunjukkan bahwa dalam seminggu akan ada rata-rata 700 barang yang keluar. Oleh karena itu, tetapkan 700 menjadi angka minimum stok di gudang Anda. 

Mengapa seminggu? Karena dalam waktu satu minggu pengantaran barang dari penyuplai ke bisnis Anda, Anda tetap perlu melakukan kegiatan jual beli. Jika diperlukan, Anda dapat menaikkan angka jumlah batas minimal stok, untuk berjaga-jaga jika bisnis Anda lebih ramai dari biasanya.

Sesuaikan angka tersebut dengan dua variabel di atas, yaitu rata-rata jumlah barang yang keluar dalam satu hari, serta waktu yang dibutuhkan dalam mengantar barang dari gudang penyuplai ke gudang inventori Anda.

Pantau terus pola transaksi yang terjadi dan sesuaikan angka batas minimal ini secara berkala.

Pisahkan produk fast-moving dan slow-moving 

Dari sekian banyak produk yang Anda jual, masing-masing produk memiliki waktu yang berbeda hingga produk tersebut habis. Produk yang perputarannya cepat dan cenderung disukai oleh banyak pelanggan Anda dikenal dengan sebutan produk fast-moving dan begitu pula sebaliknya, produk yang perputarannya lambat dan cenderung tidak diminati dikenal dengan sebutan produk slow-moving. 

Bagi semua produk Anda ke dalam tiga kategori, yaitu:

A – Produk slow-moving tapi bernilai tinggi

B – Produk yang tingkat perputarannya dan nilainya menengah

C – Produk fast-moving tapi bernilai rendah

Produk yang tergolong dalam kategori A, jika di stok banyak akan berdampak besar pada kas bisnis. Oleh karena itu, usahakan produk dalam kategori A selalu berada dalam komposisi yang paling rendah.

Berikan kode pada barang

Jika varian produk Anda cukup banyak, Anda dapat memberikan kode pada barang. Kode ini dapat berupa konfigurasi angka dan huruf yang dibuat berbeda masing-masing barang. 

Misalnya, jika Anda menjual kosmetik, Anda dapat membuat kode produk berawalan M untuk kategori produk untuk mata, B untuk kategori produk bibir, dan W untuk kategori produk untuk wajah. Tentukan kode yang diasosiasikan dengan hal-hal yang sama-sama diketahui Anda dan karyawan Anda. 

Memberi kode pada barang akan memudahkan pencatatan internal. Namun, pastikan Anda mempunyai nama produk untuk memberi gambaran kepada pelanggan mengenai deskripsi produk yang Anda jual. Misalnya, masih mengambil contoh bisnis kosmetik, Anda dapat memberikan nama bedak tabur warna beige untuk pelanggan dan keperluan pemasaran, namun memberikan kode W001 untuk urusan pencatatan.

Pisahkan stok baru dan stok lama

Usahakan tidak mencampur stok baru dan stok lama. Anda dapat membuat wadah atau tempat penyimpanan terpisah di gudang inventori Anda. 

Tujuannya adalah untuk memudahkan pencatatan dan pengecekan stok barang. Terutama bagi produk yang punya masa kadaluwarsa. Stok lama tentu akan memiliki tanggal kadaluwarsa yang lebih dekat dibandingkan stok baru.

Jika tanggal kadaluwarsa sudah semakin dekat, Anda dapat mempertimbangkan untuk memberi potongan harga pada barang-barang stok lama.

Stock opname

Stock opname adalah kegiatan untuk mencocokkan pendataan stok barang dengan kondisi nyata di gudang. Ketidaksesuaian antara pencatatan dengan kondisi nyata dapat berpengaruh tidak baik bagi keberlangsungan bisnis Anda. 

Sebagai contoh, jika di pencatatan Anda produk A masih tersisa, tentu Anda akan menerima pesanan yang meminta produk A. Namun nyatanya tidak ada barang yagn dapat dibeli pelanggan. Hal ini dapat memicu kekecewaan akan bisnis Anda.

Frekuensi stock opname berbeda-beda dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Bisnis rumah makan, misalnya. Seringkali ada yang melakukan stock opname sebanyak dua kali, yaitu di awal jam operasional rumah makan dan di jam akhir operasional. 

Jika stok akan menentukan jumlah bahan baku yang perlu dibeli ketika rumah makan sedang tidak beroperasional, tentu stock opname baik untuk dilakukan dalam frekuensi dua kali sehari. Anda dapat menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas Anda.

Proses stock opname sederhana, Anda perlu mencatat semua varian produk Anda, kemudian menghitung secara manual jumlah aktual produk di inventori Anda. Meski demikian, tentu semakin besar skala bisnis dan semakin banyak varian produk akan menentukan tingkat koimpleksitas proses stock opname. 

Lebih lagi jika jumlah barang yang ada di gudang sangatlah banyak. Sehingga anda harus melakukan stok opname secara rutin dengan tujuan untuk mengetahui apakah jumlah barang fisik dengan jumlah barang yang ada di database benar dan cocok. Dan dengan rutin melakukan stok opname juga bisa mengetahui apakah ada barang yang rusak atau hilang secara periodik.

0 views0 comments