Cara Mendirikan CV Untuk UMKM

Bisnis sudah berjalan tapi belum punya izin. Mau buat izin, tapi bingung pilih PT atau CV? 

Keduanya memang bentuk usaha terpopuler di Indonesia. Biasanya, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bermodal terbatas pilih punya CV lebih dulu. Alasannya, tidak ada syarat minimal modal dan proses mendirikan CV lebih mudah dibandingkan bikin PT.

Apakah harus punya CV? Apa saja keuntungannya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Apa itu CV atau Persekutuan Komanditer?

CV (Commanditaire Vennootschap) atau Persekutuan Komanditer adalah badan usaha yang didirikan berdasarkan kerjasama dua orang atau lebih. Orang yang terdaftar di kepengurusan CV, terbagi menjadi 2 tipe:

1. Sekutu aktif (komplementer) 

Orang yang menjalankan perusahaan dengan tanggung jawab yang tidak terbatas. Sekutu aktif memiliki kewenangan mengadakan perjanjian dengan pihak ketiga. 

Sekutu aktif bertanggung jawab pada pihak ketiga. Tanggung jawabnya hingga mencakup seluruh harta pribadi. Artinya jika bisnisnya punya tunggakan utang, maka harta pribadinya akan turut diambil untuk melunasinya.

Contoh lain, jika ada utang dibuat satu sekutu aktif, maka sekutu aktif lainnya juga ikut bertanggung jawab.  

2. Sekutu pasif (komanditer) 

Orang yang tidak memiliki andil dalam urusan manajemen atau kegiatan perusahaan. Sekutu pasif memiliki tanggung jawab sebatas besaran modal yang ia berikan. Harta pribadinya tidak dijadikan tanggung jawab tersebut. 

Namun, jika sekutu aktif ikut mengurus dan menjalankan perusahaan, sekutu pasif bertanggung jawab bersama-sama terhadapnya. 

CV tergolong badan usaha yang tidak berbadan hukum. Artinya, tidak ada Undang-Undang yang mengaturnya. 

Fungsi CV

Fungsi memiliki CV agar perusahaan, secara legal, bisa menjalankan bisnis seperti halnya perseroan. Namun, beberapa bidang usaha memang hanya bisa dilakukan oleh perusahaan berbadan hukum, seperti PT (Perseroan Terbatas).

Tujuan lain punya CV, supaya lokasi usaha kita bersifat resmi dan legal, sehingga menghindari persoalan yang timbul akibat lokasi usaha. 

UMKM dengan izin CV memungkinkan sistem manajemennya dikelola lebih baik. Sebab, akan lebih mudah merekrut tim ahli dengan status bisnis legal. Di sisi lain, semakin banyak anggota pendiri bisnis, semakin kecil risiko yang ditangung setiap orangnya.

Keuntungan Punya CV

Dibanding tanpa izin sama sekali, berikut keuntungan bagi bisnis yang telah memiliki CV:

  1. Lebih mudah mendapatkan modal pinjaman bank, ketimbang UMKM yang sama sekali belum terdaftar resmi atau legal.

  2. Risiko yang terjadi selama pendirian dan pengelolaan bisnis akan ditanggung bersama seluruh anggota.

  3. Mudah merekrut karyawan karena terdaftar resmi dan legal, sehingga lebih terlihat meyakinkan oleh calon karyawan.

Haruskan UMKM Punya CV?

UMKM memang identik dengan CV, tapi menimbang dasar hukum dan keuntungannya, banyak menyarankan UMKM langsung mendirikan PT, dengan alasan:

  1. Mendirikan PT zaman sekarang relatif lebih mudah dan murah.

  2. Ada pemisahan antara harta pribadi pemilik perusahaan dan harta perusahaan.

  3. Jika terjadi masalah di bisnis, setiap anggota PT tidak mesti menanggung rugi bersama-sama, kecuali ada manipulasi di antara pemilik saham.

Meski begitu, mendirikan CV bukan berarti hal yang salah atau dilarang.

Syarat Membuat CV

Ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan sebagai syarat membuat CV atau Persekutuan Komanditer:

  1. Akta Pendirian atau Pembuatan CV.

  2. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP).

  3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perusahaan.

  4. Tanda Daftar Perusahaan.

  5. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

  6. Pengesahan Pengadilan.

Masa Berlaku CV

Periksa Anggaran Dasar Perusahaan untuk mengetahui status masa berlaku CV. Ini tercantum pada Akta Pendirian CV atau Akta Perubahan, jika ada. 

Jika bisnis berhenti selama lima tahun, tapi masa berlaku CV belum berakhir, Anda tetap bisa mengajukan perpanjangan dengan melengkapi dokumen persyaratan yang dibutuhkan. 

Jika mengacu pada anggaran dasar di mana jangka waktu pendirian CV belum habis, perbarui perizinan lain yang sudah habis masa berlakunya, seperti SKDP, NPWP, SIUP, dan TDP yang merupakan syarat membuat CV. 

Langkah Mendirikan CV

Prosedur dan syarat mendirikan CV tergolong sederhana. Anda memerlukan Akta Pendirian CV, SKDP, NPWP, SIUP, dan TDP. Berikut ini langkah-langkah membuat CV:

1. Membuat Akta Pendirian atau Pembuatan CV

Langkah membuat CV yang pertama yaitu membuat Akta Pendirian atau Pembuatan CV. Minimal harus ada dua anggota pendiri untuk membuat Akta Pendirian CV, yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif. Selain itu, Anda juga perlu mempersiapkan:

  1. Nama perusahaan CV.

  2. Penjelasan terkait bidang usaha CV.

  3. Fotokopi KTP dan NPWP milik sekutu aktif dan sekutu pasif.

  4. Pas foto 3×4 dengan latar belakang merah milik sekutu aktif .

  5. Pembentukan dan perencanaan uang kas dari CV.

  6. Kalusan lainnya yang berkaitan dengan perencanaan CV, serta hubungan antara pihak ketiga dengan sekutu pendiri CV. 

  7. Membuat SKDP dan NPWP perusahaan atau CV terkait. 

2. Membuat SKDP

Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) atau Surat Keterangan Domisili Usaha, diperlukan sebagai salah satu syarat mendirikan CV yang diajukan ke kelurahan setempat. Syarat untuk mengurus SKDP yaitu:

  1. Mengisi formulir pengajuan SKDP.

  2. Melampirkan legalitas perusahaan atau CV berupa Akta Pendirian dan SK Menkumham. 

  3. Melampirkan fotokopi bukti kepemilikan tempat usaha, surat kontrak, atau sewa. 

  4. Melampirkan surat keterangan dan kepemilikan gedung jika didirikan di gedung perkantoran atau pertokoan. 

  5. Melampirkan fotokopi PBB (Surat Bumi dan Bangunan) tahun terakhir dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

  6. Melampirkan foto gedung atau ruangan tempat usaha dari bagian luar dan dalam. 

3. Membuat NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) juga perlu dipersiapkan untuk memenuhi syarat membuat CV. Kemudian ajukan permohonan pembuatan NPWP ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat sesuai domisili perusahaan atau CV. Syarat membuat NPWP yaitu:

  1. Mengisi formulir pengajuan NPWP.

  2. Melampirkan legalitas perusahaan atau CV dalam bentuk Akta Pendirian CV, SK Menkumham, dan SKDP. 

  3. Melampirkan fotokopi KTP, NPWP, dan KK sekutu aktif. 

  4. Setelah itu daftarkan Akta Pendirian CV ke Kepanitiaan Pengadilan Negeri setempat. 

4. Membuat SIUP

Mengurus pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dilakukan di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau di kantor perwakilan dinas terkait. Lengkapi persyaratan berikut ini:

  1. Mengisi formulir pengajuan SIUP.

  2. Melampirkan legalitas perusahaan atau CV dalam bentuk Akta Pendirian, SK Menkumham, SKDP, dan NPWP. 

  3. Melampirkan pas foto 3×4 (2 lembar) sekutu aktif.

5. Membuat TDP

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah dokumen legal yang wajib dimiliki sebuah perusahaan atau CV. Penuhi persyaratan berikut ini:

  1. Mengisi formulir pengajuan TDP.

  2. Melampirkan legalitas perusahaan atau CV dalam bentuk Akta Pendirian CV, NPWP, dan SIUP.

  3. Melampirkan fotokopi KTP sekutu aktif atau penanggung jawab. 

  4. Melampirkan surat pernyataan belum memiliki TDP dan surat pernyataan kedudukan usaha atau badan usaha. 

6. Mengumumkan Ikhtisar Resmi Pendirian CV

Mengumumkan ikhtisar resmi pendirian CV dalam tambahan berita negara RI menjadi langkah terakhir cara bikin CV.

Masih bingung? Tanyakan di kolom komentar atau mention BukuKas di media sosial.

2 views0 comments