Cara Jadi Agen JNE: Modal, Syarat & Proyeksi Untung

Nama JNE sering dikaitkan dengan TIKI. Sebenarnya, saat ini, mereka adalah dua bisnis berbeda. Walau memang, sejarah berdirinya berkaitan. Awalnya, JNE adalah divisi bisnis dari TIKI, yang diberi nama TIKI JNE. Layanannya berfokus pada pengiriman internasional.

Sejarah JNE di Indonesia

Pada 26 November 1990, pendiri TIKI (PT. Citra Van Titipan Kilat), almarhum H. Soeprapto Suparno mendirikan TIKI JNE (PT. Jalur Nugraha Ekakurir), bersama Djohari Zein, dengan fokus pelayanan luar negeri.

Setelah beroperasi hampir 2 tahun, pada tahun 1993, TIKI JNE memisahkan diri dari perusahaan induknya, TIKI. 

Pada 1994, TIKI JNE mulai gerai layanan domestik pertamanya di Tomang, Jakarta Barat.

Sekitar tahun 2000, nama TIKI JNE diubah menjadi JNE. Logo bisnisnya pun diubah menjadi yang seperti kita kenal saat ini.

evolusi pengubahan logo JNE

Evolusi pengubahan logo JNE


Tahun 2006, bisnis JNE semakin bisa diandalkan setelah terdaftar di The International Organization for Standardization.

Djohari Zein memimpin JNE hingga tahun 2015. Posisinya kini digantikan oleh Mohamad Feriadi. Beliau merupakan anak kandung dari H. Soeprapto Suparno.

Mohamad Feriadi memimpin JNE sebagai Presiden Direktur, bersama dua direktur lainnya: Chandra Fireta dan Edi Santoso.

Seiring berkembangnya dunia digital, JNE pun turut beradaptasi dengan dibuatnya aplikasi My JNE untuk pelanggan. Melalui aplikasi My JNE, status pengiriman bisa diketahui otomatis berdasarkan nomor handphone. Aplikasi My JNE tersedia gratis di Google Play dan Huawei AppGallery.

Penghargaan yang Diraih JNE

Lebih dari 100 penghargaan telah diraih JNE. Belum genap satu semester, JNE telah meraih 2 penghargaan di tahun 2021:

  1. The Most Innovative Company for The Implementation of Cloud Technology Systems, dari Warta Ekonomi.

  2. Indonesia WOW Brand 2021 Category Courier Service, dari Markplus.Inc.

Video Sejarah JNE


Pertumbuhan Bisnis JNE

Hingga saat ini, berdasarkan data berbagai sumber, JNE memiliki lebih dari 7.000 agen di seluruh Indonesia. Karyawan JNE berjumlah sekitar 22.000 orang, sedangkan jika ditambah karyawan di tiap agen, jumlahnya mencapai 50.000 orang. Armada mobil yang dimiliki JNE saat ini ada sekitar 4.000 kendaraan.

Eri Palgunadi, VP Marketing JNE, menjelaskan bisnis JNE selama 2015-2020 tumbuh di atas 30%.

Di tahun 2020, setiap harinya, ada sekitar 1,4 juta paket yang disortir dan dikirim melalui JNE di Indonesia.

Keuntungan Menjadi Agen JNE

Selain mendapat penghasilan dari keuntungan sebagai agen atau waralaba JNE, ada keuntungan imateriel, seperti:

Melatih jiwa pebisnis

Menjadi agen JNE sama dengan memiliki bisnis layanan kurir sendiri. Terlebih lagi jika kita memiliki karyawan, maka kita sebagai pemilik agen akan terlatih mengatur karyawan, menjaga kualitas pelayanan hingga membuat keputusan bisnis.

Menambah relasi

Setiap pelanggan yang datang mengirim paketnya adalah kesempatan bagi kita menambah relasi. Apalagi jika pelanggan tersebut ternyata juga memiliki bisnis. Bukan tidak mungkin, kita bisa menjadi rekan bisnis yang berawal dari obrolan setiap pelanggan mengirim paketnya.

Agen JNE

Salah satu agen JNE di kawasan Kabupaten Bogor.


Biaya Menjadi Agen JNE

Kisaran biaya untuk menjadi agen JNE di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi:

  1. Biaya deposit Rp10 juta.

  2. Biaya administrasi Rp7,5 juta.

Biaya deposit dan administrasi dapat berbeda-beda di tiap wilayah dan berubah sesuai kebijakan JNE.

Selain biaya deposit dan administrasi, calon agen juga perlu menyiapkan biaya sewa tempat dan lainnya dengan estimasi:

  1. Alat timbang Rp1 juta.

  2. Printer laser jet Rp1 juta.

  3. Komputer server dan client Rp10 juta.

  4. Meja, kursi dan perlengkapan lain Rp1,5 juta.

  5. Sewa tempat, listrik dan air, Rp15 juta per tahun.

  6. Jaringan telepon dan internet Rp500 ribu per bulan.

Untuk spesifikasi komputer, alat timbang, luas tempat dan lainnya, lihat di bagian syarat dan ketentuan di bawah.

Perlengkapan branding seperti neon box, backdrop, poster, flyer, seragam dan lainnya akan disediakan oleh JNE.

Berdasarkan estimasi di atas, maka modal memulai agen JNE sekitar Rp46,5 juta. Perhitungan modal ini tentu berbeda-beda, tergantung lokasi dan harga perlengkapan yang Anda miliki.

Proyeksi Keuntungan Jadi Agen JNE

Omzet dan keuntungan tiap agen JNE berbeda-beda. Banyak faktor yang memengaruhinya, salah satunya lokasi. Agen JNE di kota besar relatif lebih besar omzetnya ketimbang agen di kota kecil.

Salah satu agen JNE di Banyuwangi bercerita, setahun pertama jadi agen JNE di tahun 2017 silam, omzet hariannya naik-turun di kisaran 1 juta rupiah. Omzet bulanannya berkisar 15 hingga 20 juta rupiah.

Terdapat sistem bagi hasil yang nilainya variatif tergantung dari omzet:

  1. 22% jika omzet kurang dari Rp5 juta per bulan.

  2. 25% jika omzet Rp 5-10 juta per bulan.

  3. 27% jika omzet lebih dari Rp30 juta per bulan.

Artinya, jika omzet agen bulan ini mencapai Rp35 juta, maka keuntungan agen Rp9.450.000 pada bulan tersebut.

Selain berdasarkan omzet, komisi juga diberikan berdasarkan jenis layanan yang dipilih pelanggan:

  1. 22% + 5% untuk REG, YES dan SS (Super Speed).

  2. 15% untuk OKE.

  3. 10% untuk JNE JTR (Trucking) dan MP.

  4. 6% untuk MP LAZ.

  5. 3% untuk MP JTR. 

Persentase dan ketentuan bagi hasil di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan JNE.

Cara Daftar Agen JNE

Pendaftaran agen JNE dilakukan melalui tim sales setiap wilayah. Tim sales akan memberikan formulir pendaftaran online yang perlu diisi calon agen. 

Hubungi Customer Care JNE untuk tahu nomor kontak tim sales setiap wilayah. Customer Care JNE bisa dihubungi melalui:

  1. Website: jne.co.id

  2. Nomor telepon: 021-2927-8888

  3. Email: customercare@jne.co.id

Syarat & Ketentuan Jadi Agen JNE

Administrasi Umum

  1. Melakukan deposit uang jaminan.

  2. Melunasi biaya perlengkapan promosi atau sales.

  3. Mengisi formulir Sales Counter Registration Form (SCRF), yang didapat dari tim sales masing-masing wilayah.

  4. Copy KTP (Kartu Tanda Penduduk), 1 lembar.

  5. Copy rekening koran 3 bulan terakhir.

  6. Copy bukti bayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) 1 tahun terakhir.

  7. Copy Surat Izin Gangguan/Hinder Ordonantie (HO).

  8. Copy SKDU (Surat Keterangan Domisili Usaha), 1 lembar, jika lokasi pemilik beda dengan lokasi usaha.

  9. Copy bukti kepemilikan lokasi usaha

  10. Perjanjian sewa-menyewa (jika menyewa), 1 lembar.

  11. SHM (Sertifikat Hak Milik) atau AJB (Akta Jual-Beli), 1 lembar.

  12. Pas foto berwarna dan berlatar merah, ukuran 4×6 cm, 1 lembar.

  13. Foto dan denah lokasi usaha

  14. Tampak luar 4 sisi.

  15. Tampak dalam 4 sisi.

Administrasi Khusus, bagi:

Perorangan

  1. Copy KK (Kartu Keluarga).

  2. Copy NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Badan Usaha Berbadan Hukum

  1. Copy SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan).

  2. Copy TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

  3. Copy SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

  4. Copy akta pendirian perusahaan yang telah disahkan, dan perubahan terakhirnya bila ada.

  5. Copy KTP Direktur/penanggung jawab usaha, yang tertera di akta pendirian perusahaan.

  6. Copy NPWP atau surat PKP (Pengusaha Kena Pajak) atau surat keterangan terdaftar di Dirjen Pajak.

Koperasi

  1. Copy SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan).

  2. Copy TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

  3. Copy SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

  4. Koperasi berbentuk primer dan sekunder.

  5. Copy KTP pengurus, yang tertera di akta pendirian koperasi.

  6. Surat kuasa pengurus kepada pihak terkait untuk membuka agen JNE.

  7. Copy NPWP atau surat PKP (Pengusaha Kena Pajak) atau surat keterangan terdaftar di Dirjen Pajak.

  8. Copy akta pendirian koperasi yang telah disahkan, dan perubahan terakhirnya bila ada.

Yayasan

  1. Yayasan telah berdiri minimal 5 tahun.

  2. Yayasan berbentuk:

  3. panti asuhan yatim-piatu, 

  4. panti jompo, atau 

  5. panti tuna netra.

  6. Copy KTP pengurus, yang tertera di akta pendirian yayasan.

  7. Copy NPWP atau surat PKP (Pengusaha Kena Pajak) atau surat keterangan terdaftar di Dirjen Pajak.

  8. Copy akta pendirian yayasan yang telah disahkan, dan perubahan terakhirnya bila ada.

  9. Biaya perlengkapan promosi atau sales akan disediakan oleh JNE, atas izin cabang utama dan manajemen JNE.

  10. Copy akta pendirian badan usaha yayasan yang telah disahkan, dan perubahan terakhirnya bila ada. Sesuai pasal 3 UU No.16 tahun 2001 tentang Yayasan, dan UU No.24 tahun 2008 tentang Perubahan UU no.16 tahun 2001 tentang Yayasan dalam penjelasan pasal 3.

Lokasi

  1. Jaringan listrik minimal 1.300 watt.

  2. Memiliki akses kendaraan roda empat dengan lahan parkir.

  3. Bangunan permanen, berlantai keramik dan berpendingin udara.

  4. Lokasi harus berjarak minimum 1 Km (kilometer) dengan agen JNE (sales counter) lainnya.

  5. Tidak boleh ada agen JNE (sales counter) dalam 1 bangunan, dan berbeda kepemilikan.

  6. Ukuran minimal ruangan agen JNE 3×4 meter atau 12 meter persegi, atau menyesuaikan ukuran standar yang tersedia di dalam bangunan.

Perlengkapan 

Operasional

  1. Printer tipe laser jet.

  2. Jaringan telepon aktif.

  3. Peralatan tulis dan kerja kantor.

  4. Jaringan internet berkecepatan minimal 1 Mbps (megabits per second).

  5. Keranjang plastik ukuran panjang 68 cm, lebar 48 cm, tinggi 40 cm, berwarna biru, 4 unit.

  6. Alat timbangan, bersertifikasi tera ulang (kalibrasi) minimal setahun sekali:

  7. Timbangan meja, berkapasitas 30 Kg (kilogram).

  8. Timbangan lantai, berkapasitas 100 Kg.

  9. Komputer minimal 2 unit:

  10. Komputer server, 1 unit dengan spesifikasi:

  11. Memory 4 GB

  12. Hard disk 500 GB

  13. Processor Cover i3

  14. Windows 7 (64 bit), berlisensi asli Microsoft

  15. Komputer client, dengan spesifikasi:

  16. Memory 2 GB

  17. Hard disk 320 GB

  18. Processor Core 2 Duo

  19. Windows 7 (64 bit) atau Windows XP, berlisensi asli Microsoft

  20. Perangkat jaringan

  21. Router atau Hub, beserta kabel jaringan

  22. Disarankan memiliki trolley guna memindahkan barang ukuran besar dan berat.

Promosi atau sales (disediakan oleh JNE)

  1. Papan merek, berupa neon box ukuran panjang 90 cm dan tinggi 60 cm.

  2. Fascia sign, berupa spanduk ukuran minimal panjang 300 cm dan tinggi 90 cm.

  3. Backdrop timbul logo JNE ukuran panjang 120 cm dan tinggi 60 cm.

  4. Poster informasi asuransi, syarat pengiriman, dangerous goods dan SIJPT.

  5. Seragam karyawan minimal 2 paket.

  6. Informasi SOP (Standard Operating Procedure) agen JNE.

  7. Plastik flyer pengiriman berwarna bening, 100 lembar.

  8. Plastik flyer pengiriman berwarna merah, 100 lembar.

  9. Formulir administrasi

  10. Pembatalan pengiriman, 1 buku.

  11. Pernyataan isi pengiriman, 1 buku.

  12. Bukti setoran biaya pengiriman agen JNE.

  13. Kwitansi tanda terima pembayaran, 1 buku.

  14. BPIK (Bukti Pemeriksaan Isi Kiriman), 2 buku.

  15. Penolakan asuransi atau packing kayu, 1 buku.

  16. BASTK (Berita Acara Serah Terima Kendaraan), 1 buku.

  17. Stiker label

  18. SS (Super Speed), 50 lembar.

  19. Label House (koli), 100 lembar.

  20. YES (Yakin Esok Sampai), 100 lembar.

  21. Keterangan rapuh (fragile), 100 lembar.

  22. Arah orientasi (this side up), 100 lembar.

  23. Keterangan makanan (food stuff), 100 lembar.

Minimal Penjualan

Setiap pembukaan agen JNE, terdapat masa percobaan 3 bulan penilaian:

  1. Total target penjualan

  2. KCU grade A – 50 juta rupiah.

  3. KCU grade B dan C – 10 juta rupiah.

  4. KCU grade D dan E – 2 juta rupiah.

  5. Implementasi SOP (Standard Operating Procedure).

Syarat Memiliki Unit Agen JNE (sales counter) Lebih dari Satu

  1. Telah menjalani agen JNE minimal 2 tahun.

  2. Mencapai rata-rata penjualan 150 juta rupiah per bulan, selama 1 tahun.

  3. Belum melakukan pelanggaran atau punya catatan khusus.

Syarat & Ketentuan Lainnya

  1. Calon agen JNE wajib ikuti interview ketika menyerahkan berkah syarat ke tim sales.

  2. Calon pemilik agen JNE beserta karyawan wajib ikuti pelatihan:

  3. FLDP (Front Line Development Program), selama 1 hari.

  4. Praktik Kerja Lapangan di lokasi agen JNE milik cabang utama, didampingi tim JNE, selama 2 hari.

  5. Memenuhi kewajiban pajak

  6. Membuat laporan pajak tahunan, dan memberi copy lapor pajak kepada JNE.

  7. Menanggung biaya pajak yang timbul dari pemasangan papan reklame/nama.

  8. Satu orang atau badan usaha hanya boleh punya maksimal 2 unit agen JNE (sales counter).

  9. Jika agen JNE perorangan telah mencapai rata-rata penjualan 50 juta rupiah per bulan selama 1 tahun, maka sangat disarankan mengubah legalitas usaha menjadi berbadan hukum.

  10. Menyetor hasil penjualan setelah dipotong komisi maksimal H+1, secara tunai atau transfer, sesuai nominal di laporan penjualan harian.

  11. Kriteria karyawan (sumber daya manusia)

  12. Sehat raga dan rohani.

  13. Dapat berkomunikasi secara baik.

  14. Pria atau wanita berusia minimal 18 tahun.

  15. Berpendidikan minimal SMA atau sederajat.

  16. Penampilan menarik, ceria dan bersemangat.

  17. Bertanggung jawab, disiplin, jujur dan visioner.

  18. Dapat memakai komputer dan aplikasi Microsoft Office.

  19. Memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) C untuk petugas motor, dan SIM A untuk petugas mobil.

Tips Menjadi Agen JNE

Pantau Pendapatan Bersih Bulanan

Setiap agen JNE mesti lapor pendapatan yang diterima setiap hari ke kantor pusat. Kemudian komisi agen dihitung berdasarkan kalkulasi laporan tersebut. Itu baru pendapatan kotor. 

Untuk tahu pendapatan bersih, kita perlu kurangi dengan biaya operasional seperti listrik, gaji karyawan dan modal peralatan atau perlengkapan. 

Jika malas catat di buku, cara simpelnya pakai aplikasi BukuKas. Cukup masukkan modal agen di awal, maka pendapat bersih otomatis terlihat tiap mencatat pendapatan kotor harian.

Cari Lokasi Padat Pemukiman atau Bisnis

Lokasi menentukan omzet dan keuntungan jadi agen JNE. Semakin ramai pemukiman atau bisnis, semakin besar potensi untung yang kita raih. Pastikan juga lokasi agen kita mudah terlihat dan mudah dikunjungi memakai motor atau mobil. 

Rutin Promosi Offline dan Online

Kepopuleran JNE tak ada artinya jika calon pelanggan tidak tahu ada agen JNE di sekitarnya. 

Agar semua orang tahu ada agen JNE, kita perlu lakukan promosi secara offline dan online. Contohnya, menyebar brosur ke pemukiman dan bisnis di sekitar, dan membuat akun media sosial khusus agen JNE milik kita, dan berinteraksi dengan orang-orang di lokasi sekitar. 

Bila perlu pasang iklan berbayar di media sosial, yang menargetkan tempat agen kita berada.

Perbanyak Relasi dengan Pebisnis

Perlu dipertimbangkan juga untuk menjalin komunikasi dengan para pebisnis di sekitar agen JNE kita. Tawarkan layanan pengambilan paket agar mereka tertarik mengirim paket melalui agen kita. 

Pertanyaan Seputar Agen JNE

Boleh buka agen JNE jika sudah ada agen JNE lain?

Boleh, asalkan jarak agen JNE yang ada minimal 1 Km dari lokasi calon agen JNE milik Anda. Sesuai dengan syarat lokasi yang tertulis di atas.

Setelah jadi agen JNE, boleh buka agen kurir lain?

Belum ada aturan tertulis publik dari JNE soal ini. Namun, dapat diasumsikan bahwa hal ini diperbolehkan asalkan tidak berada di dalam satu ruangan. Hubungi Customer Care JNE untuk memastikan hal ini.

Haruskah punya karyawan untuk buka agen JNE?

Tidak juga. Anda boleh menangani operasional agen JNE sendiri tanpa karyawan. Jika suatu saat dirasa sudah kewalahan, Anda pun diperbolehkan untuk merekrut karyawan.

Siapa yang ambil paket kiriman dari lokasi agen JNE?

Umumnya, cabang utama JNE di wilayah Anda yang akan mengambil paket kiriman.

Punya Pertanyaan Lain Tentang Agen JNE?

Tanyakan langsung ke JNE melalui berbagai jalur komunikasi atau akun resmi media sosialnya:

Nomor Telepon & Email Resmi JNE

  1. Website: jne.co.id

  2. Nomor telepon: 021-2927-8888

  3. Email: customercare@jne.co.id

Akun Resmi JNE di Media Sosial

  1. Twitter: @JNE_ID

  2. Facebook: JNE

  3. Youtube: JNE

  4. Instagram: @JNE_ID

Kantor Pusat JNE

Jalan Tomang Raya No.11, Jakarta Barat 11440.

#jne

0 views0 comments