7 Cara Mendapat Pinjaman Modal Bisnis

Modal bisa diibaratkan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan suatu bisnis. Walaupun modal bukan satu-satunya penentu kesuksesan, bisnis akan sulit tumbuh tanpa modal yang memadai. 

Sebelum era digital, mencari pinjaman modal usaha bisa dibilang sulit, terlebih untuk pemula. Proses pengajuan pinjaman bank disertai banyak persyaratan yang cukup berat, itu pun belum tentu disetujui. 

Namun sekarang, telah muncul berbagai terobosan digital dalam sektor keuangan. Telah tersedia berbagai alternatif fasilitas pinjaman modal bisnis dalam jumlah besar, bahkan tanpa agunan. Proses pengajuannya mudah, pencairan dananya cepat, bunga dan biayanya pun lebih terjangkau. 

Pentingnya Modal Bisnis

Anda yang menjalankan suatu bisnis atau sedang berencana untuk memulai suatu bisnis tentunya paham bahwa modal usaha adalah faktor penting. Tanpa modal, usaha bagaikan kendaraan bermotor tanpa bahan bakar. 

Dalam hal ini, akses terhadap permodalan menjadi hal yang penting untuk keberhasilan bisnis, disamping produk dan pelayanan yang baik. Yang juga tidak kalah penting adalah mendapatkan skema modal usaha yang cocok dengan usaha tersebut.

Ketika Anda sebagai pemilik usaha ingin memperluas jangkauan pasar, menambah kuantitas serta meningkatkan kualitas produksi, tentu Anda harus memiliki modal yang besar. 

Bagaimana jika ingin membesarkan bisnis tapi modal pas-pasan? Solusi yang bisa dipertimbangkan adalah mengajukan pinjaman modal bisnis. Modal bisnis bisa berupa: 

  1. Working Capital, yaitu modal kerja yang digunakan untuk kebutuhan cash flow operasional kegiatan usaha sehari – sehari. Modal kerja ini merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan kepada pengusaha untuk memulai sebuah bisnis atau untuk mengembangkan bisnis. Kredit jenis ini dapat dicicil sesuai kemampuan debitur dan dapat diperpanjang. Sejumlah bank dan lembaga keuangan memiliki program bantuan modal bisnis ini untuk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha UMKM agar memperoleh bantuan dana.

  2. Kredit Investasi, yaitu pinjaman modal usaha yang diberikan untuk membiayai kebutuhan modal, seperti pengembangan usaha, atau kebutuhan khusus terkait investasi. Kredit ini diperuntukkan bagi pengusaha yang memiliki bisnis dan telah berjalan selama beberapa tahun. Jangka waktu pelunasan kredit ini juga lebih fleksibel karena dapat dicicil dalam waktu maksimal 5 tahun atau dapat disesuaikan dengan jumlah dana yang ingin diinvestasikan.

Sebelum menyetujui suatu permohonan peminjaman modal, bank atau lembaga penyedia dana akan menanyakan tujuan penggunaan modal bisnis guna melakukan analisa kredit yang berbeda.

Manfaat dan Resiko Pinjam Uang Buat Modal

Mengajukan pinjaman modal usaha tentu membawa manfaat bagi pengembangan suatu bisnis, namun juga tidak lepas dari resiko. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak Anda inginkan, pahami dulu bagaimana sisi positif (kelebihan) dan sisi negatif (kekurangan) mengenai pinjaman modal usaha ini. 

Manfaat: 

  1. Memudahkan pendirian bisnis baru, karena tidak lagi terhambat dengan modal awal untuk menjalankan sebuah bisnis.

  2. Membantu usaha rumahan modal kecil untuk mendapatkan dana lebih besar untuk mengembangkan bisnisnya.

  3. Banyak dukungan dan bantuan yang bisa diperoleh dari berbagai pihak, seperti bank, fintech dan lembaga keuangan.

  4. Membantu pengeluaran tak terduga, mengatasi kebangkrutan, atau kerugian sebuah bisnis yang sedang berkembang.

  5. Bisa menyerap banyak tenaga kerja baru ketika sebuah bisnis berjalan lancar.

  6. Bisnis yang maju dan bertahan berkontribusi lebih besar pada Produk Bruto Domestik (PDB) Indonesia, sehingga dapat bertahan terhadap krisis global.

  7. Motivasi pengusaha untuk mengembangkan dan mempertahankan bisnis menjadi lebih tinggi.

  8. Pemilik usaha akan termotivasi untuk melunasi pinjaman dan berusaha menjaga kepercayaan serta image yang baik agar namanya tidak tercemar.

Resiko: 

  1. Dana pinjaman modal usaha yang telah diterima harus dikembalikan dalam jangka waktu yang telah disepakati.

  2. Pelaku usaha akan mengalami beban moral atas utang yang belum dilunasi.

  3. Setiap dana yang telah dicairkan akan dikenakan biaya, seperti biaya administrasi dan bunga, yang bisa menjadi beban tersendiri. 

Berbagai Sumber Pinjaman Modal Bisnis

Saat ini sudah banyak penyedia pinjaman modal usaha selain bank, sehingga calon debitur memiliki berbagai alternatif untuk memperoleh akses modal. Jika ingin mengajukan pinjaman, Anda perlu memahami dulu jenis-jenisnya.

1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Inilah pinjaman modal usaha yang paling disukai, karena besaran bunganya adalah yang terendah dibandingkan dengan jenis pinjaman modal usaha lainnya. Bunga yang rendah ini karena KUR memang memperoleh subsidi dari pemerintah.

Selain perhitungan bunga, pemerintah juga mengatur pola penjaminan sesuai dengan bidang usaha calon nasabah KUR. Misalkan saja sektor pertanian, kehutanan, industri kecil serta kelautan dan perikanan, jaminannya berkisar 80% dari plafon kredit keseluruhan. 

Namun jika calon nasabah KUR memiliki bidang usaha selain yang sudah disebutkan, biasanya jaminan berkisar di angka 70%. Dengan total pinjaman maksimal Rp 500 juta, bunga kreditnya hanya rata-rata 7% per tahun atau 0,6% per bulan. 

2. Modal Ventura

Lain halnya dengan KUR yang diberikan oleh bank pemerintah, jenis pinjaman Modal Ventura diberikan oleh lembaga non bank dengan syarat perjanjian kerjasama. Biasanya pemberi Modal Ventura adalah perusahaan lain dengan konsep tanpa agunan. Secara mudahnya, Modal Ventura adalah jenis pinjaman modal usaha yang berbentuk mirip saham yang ditanamkan pada bisnis Anda.

Setidaknya ada tiga jenis Modal Ventura yakni Equity Financing, Semi Equality Financing dan Bagi Hasil. Untuk jenis Equity Financing, perusahaan Modal Ventura yang memberikan pembiayaan langsung akan ikut langsung dalam bisnis yang Anda geluti. Sementara jenis Semi Equity Financing, berkonsep pada transaksi jual beli saham atau obligasi yang dikeluarkan perusahaan.

Terakhir, jenis Bagi Hasil lebih cocok untuk usaha kecil dan menengah yang belum berbentuk badan hukum seperti PT. Seperti namanya, Modal Ventura jenis Bagi Hasil ini akan membagi keuntungan usaha untuk kedua belah pihak entah memakai skema 60:40, 50:50 atau mungkin 70:30, tergantung dengan besaran pinjaman modal usaha yang diberikan kepada bisnis tersebut.

3. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Seperti namanya, KTA adalah pinjaman modal usaha tanpa agunan atau jaminan yang diberikan secara perorangan dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Untuk bisa memperoleh KTA, tentunya Anda harus memenuhi syarat finansial yang wajib dipenuhi. Anda harus berusia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun. Beberapa dokumen lain juga disertakan seperti fotokopi NPWP, KTP, SIUP, buku tabungan hingga kartu kredit.

4. Kredit Usaha Mikro

Merasa bisnis yang Anda geluti masih kecil-kecilan? Tenang saja, ada pinjaman modal usaha yang bisa Anda pilih yaitu Kredit Usaha Mikro. Seperti namanya, pinjaman modal usaha ini lebih ditujukan untuk pemilik usaha kecil, sehingga besar kredit yang diberikan maksimal hanya Rp 50 juta saja. Tak usah khawatir dengan jaminan, karena biasanya pihak bank tidak akan meminta jaminan apapun.

Hanya saja, sekalipun tidak memiliki jaminan, Anda harus tahu kalau bank memiliki proses seleksi tersendiri sebelum mencairkan Kredit Usaha Mikro. Akan ada survei khusus supaya bisa membuktikan jika calon debitur benar-benar memiliki sebuah usaha dan punya rekam jejak keuangan yang bertanggung jawab.

5. Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending

Membutuhkan pinjaman modal usaha yang tidak ribet dan bisa cair cepat? Maka pilihan meminjam ke Fintech P2P Lending adalah jawabannya. Bisa dibilang, Fintech P2P Lending adalah wujud nyata dari pemanfaatan teknologi dalam industri keuangan. 

Konsep P2P Lending menawarkan pinjaman modal usaha secara online, sehingga Anda bisa mengajukan aplikasi melalui smartphone. Tak perlu syarat yang ribet, cuma dengan KTP, foto selfie dengan KTP, serta slip gaji, Anda bahkan bisa langsung memperoleh pinjaman online yang dicairkan ke rekening bank. 

Namun Anda juga wajib tahu, kalau ternyata ada beberapa penyedia pinjaman online yang masih ilegal dan tidak terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sehingga bunga yang dibebankan ke calon nasabah cukup besar. Calon debitur harus memastikan apakah penyedia pinjaman merupakan perusahaan yang resmi terdaftar di OJK, serta mengecek rekam jejaknya. Jangan sampai terjebak pada penyedia pinjaman yang akan menyusahkan nantinya. 

6. Pinjaman dari Perusahaan E-Commerce kepada Merchant

Selain perbankan yang menawarkan KUR atau Kredit Usaha Mikro, pemilik marketplace alias e-commerce juga memiliki produk pinjaman modal usaha. Hanya saja produk ini cuma bisa dinikmati oleh para merchant yang berjualan secara online di platform mereka. Tentunya besar kecilnya pinjaman modal usaha yang ditawarkan, disesuaikan dengan data perilaku transaksi mereka.

7. Pinjaman bagi Pengguna Dompet Elektronik

Selain perusahaan e-commerce yang memberikan pinjaman modal usaha kepada merchant, perusahaan penyedia dompet elektronik alias e-money non bank juga menawarkan pinjaman online selayaknya Fintech P2P Lending. 

Hanya saja, untuk mendapatkan pinjaman online dalam bentuk PayLater atau cicilan tanpa kartu kredit ini, Anda harus menjadi pengguna aktif produk dompet elektronik mereka. Meskipun jumlahnya tidak cukup besar, tentu masih bisa digunakan untuk operasional bisnis.

Tips agar Pinjaman Modal Usaha Disetujui

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya pengajuan pinjaman modal usaha disetujui. Berikut ini diantaranya : 

Punya usaha yang jelas

Kriteria ini sangat penting karena pemberian pinjaman didasarkan pada usaha yang diajukan.

Memenuhi syarat lama usaha minimum

Pemberi pinjaman akan mempertimbangkan berapa lama usaha sudah dijalankan. Jika usahanya belum mulai, kecil kemungkinan disetujui pengajuannya. Paling tidak usia usaha sudah satu tahun.

Track record usaha dan pemilik usaha bagus 

Usaha dan pemilik usaha akan dicek dalam laporan BI checking soal kepatuhan dalam pembayaran pinjaman.

Memenuhi kelengkapan dokumen terkait bisnis 

Menyangkut usaha, pemberi pinjaman memperhatikan kelengkapan dokumen untuk mendukung usaha tersebut.

Siap dilakukan survei ke tempat usaha

Tempat usaha yang diajukan pinjaman akan di survei oleh pemberi pinjaman.

Tidak memiliki pinjaman lain

Saat Anda mengajukan pinjaman, pastikan Anda tidak sedang menerima kredit online dari bank, fintech atau lembaga keuangan lainnya.

Bisnis Sehat dan Produktif

Pastikan bisnis Anda dalam keadaan sehat dan produktif. Sehat dalam artian usaha memperoleh keuntungan dan tidak mengalami kerugian, dan ini dapat dilihat dari laporan keuangan bisnis.

0 views0 comments