6 Cara Mendapat Modal Bisnis, Selain Self-financing alias Nabung

Suka tidak suka, modal uang masih jadi faktor penting dalam memulai bisnis.

Sayangnya, self-financing alias menabung sulit dilakukan buat sebagian orang. 

Bahkan untuk kalangan mampu sekalipun, modal bisnis justru didapat bukan dari hasil menabung. Kok gitu? Karena menabung itu butuh waktu lama, dan sebenarnya cenderung merugikan; nilai uang yang ditabung semakin lama makin menurun.

Apalagi jika bisnisnya butuh modal super besar. Jelas, self-financing bukan cara yang cocok.

Oleh karena itu, perlu cara lain selain menabung untuk mendapat modal usaha. Apa saja itu? Berikut beberapa rekomendasinya:

1. Menggadaikan aset

Untuk mendapatkan modal berupa uang tunai, Anda dapat mencoba menjaminkan aset pribadi Anda ke lembaga pegadaian. Aset pribadi yang dimaksud dapat berupa barang elektronik seperti surat tanah, perhiasan, emas batangan, BPKP kendaraan bermotor, serta gadget dan barang berharga lainnya.

Pinjaman yang Anda dapatkan pun rentangnya luas, dimulai dari Rp 1 juta hingga Rp 400 juta, dengan tenor hingga 40 bulan. Proses kredit di pegadaian pun terbilang cepat, hanya dalam rentang kurang lebih 3 hari hingga dana cair. 

Jumlah pencairan pinjaman ini akan ditentukan oleh lembaga pegadaian, menyesuaikan dengan jenis dan kondisi jaminan yang dapat diberikan. Umumnya, pinjaman yang bisa didapatkan dari pegadaian mencapai 75-90 persen dari nilai jaminan.

Kemudian, pinjaman tersebut harus dikembalikan sesuai dengan ketentuan dan tenor yang telah disepakati di awal. Barang jaminan pun akan kembali berada di tangan Anda jika jumlah pinjaman seluruhnya telah Anda kembalikan.

Meski ada biaya administrasi yang akan dikenakan jika Anda menggadaikan aset Anda, biayanya relatif kecil, yaitu sebesar 1% dari pinjaman tersebut. Dalam memilih lembaga pegadaian, pastikan lembaga tersebut telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun syarat-syarat untuk mengajukan pegadaian adalah sebagai berikut:

  1. Mempunyai legalitas usaha seperti SIUP.

  2. Usaha telah berjalan selama minimal 1 tahun.

  3. Fotokopi KTP dan kartu identitas resmi lainnya.

  4. Barang jaminan memiliki kondisi yang baik, bukan merupakan barang terlarang maupun barang curian, serta memiliki surat jaminan yang jelas dan lengkap.

Jika Anda menjaminkan BPKB kendaraan bermotor, ada beberapa syarat tambahan. Untuk menggadaikan BPKB sepeda motor, sepeda motor tersebut harus milik atau atas nama pemohon dengan usia maksimal 15 tahun. Anda juga harus memiliki surat-surat secara lengkap. Hal yang sama berlaku untuk penggadaian BPKB mobil, dengan usia mobil maksimal 20 tahun.

2.  Mengajak kerjasama venture capital

Venture capital adalah perusahaan yang banyak mendanai startup di seluruh dunia, yang merupakan gabungan dari berbagai pihak. Mulai dari kalangan investor perorangan, hingga perbankan dan lembaga keuangan lainnya. 

Saluran dana dari mereka akan disalurkan ke perusahaan startup, kemudian mereka akan mendapatkan keuntungan sebagai bentuk timbal baliknya. 

Di balik perusahaan-perusahaan venture capital, ada para tenaga kerja profesional yang berdedikasi untuk mengelola serta proyeksi keuntungan dari dana investor. Dengan sistem mirip seperti bank, venture capital umumnya akan mengevaluasi kinerja dari sebuah startup terlebih dahulu.

Perbedaan dengan bank adalah venture capital akan memberikan saran serta membantu mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan dari dana yang diinvestasikan.

Beberapa perusahaan venture capital populer di Indonesia: East Venture, Emtek Group, dan Alpha JWC Partner, 500 Southeast Asia, Ideosource.  

3. Mengajukan pinjaman dari bank

Meminjam modal usaha dari bank relatif lebih sulit, dikarenakan bank biasanya lebih selektif dalam memberikan pinjaman modal. Bank akan memprioritaskan usaha-usaha yang sudah berjalan selama beberapa waktu. Selain itu, bank pun akan menilai apakah kondisi keuangan perusahaan Anda tergolong sehat untuk memastikan bahwa perusahaan Anda memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan.

Umumnya, bank akan menyediakan kredit multiguna, yaitu pinjaman dengan jaminan. Dengan demikian, ajuan pinjaman modal dari bank juga membutuhkan jaminan. Hal ini tetap berlaku meski laporan keuangan usaha Anda telah diperiksa dan dianggap lolos seleksi.

Ada juga bentuk kredit lain yang disebut Kredit Tanpa Agunan (KTA). Namun, bunga dan biaya KTA yang perlu dibayarkan umumnya sangat besar.

Selain laporan keuangan perusahaan, dalam pertimbangan pemberian pinjaman, bank biasanya juga melihat track record peminjam. Bank akan mencari tahu apakah peminjam pernah mengalami masalah keuangan. 

4. Mengajukan pinjaman dari financial technology (fintech)

Dengan kehadiran fintech, Anda kini memiliki sumber pinjaman dana alternatif selain bank jika Anda membutuhkan modal untuk membuka usaha. Jenis fintech yang dapat membantu adalah Peer-to-Peer Lending, atau yang sering disebut dengan P2P Lending.

Jika dibandingkan dengan bank, proses aplikasi pinjaman modal ke fintech relatif lebih mudah, dana pinjaman yang cair lebih cepat, serta suku bunga yang menarik tanpa membutuhkan jaminan.

Namun, Anda perlu berhati-hati dalam mencari fintech P2P lending sebagai sumber pinjaman dana usaha Anda. Pastikan Anda pilih sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Berikut daftar fintech P2P lending yang terdaftar dan berizin OJK, per 10 Juni 2021 (PDF).

5. Mengajukan pinjaman dari perusahaan e-commerce

Selain dari bank dan fintech, kini perusahaan e-commerce juga menawarkan pinjaman modal usaha. Biasanya, mereka akan bekerja sama dengan merchant yang berjualan di platform mereka. 

Beberapa e-commerce yang menawarkan solusi pendapatan modal usaha kepada para merchant-nya adalah BukaModal dari Bukalapak dan Tokopedia Pinjaman Modal

6. Mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan layanan kredit atau pembiayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia dan bekerjasama dengan perbankan. Adapun KUR hanya ditujukan untuk kalangan tertentu, yaitu Usaha Mikro Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK).

Lantaran disubsidi oleh pemerintah, KUR merupakan salah satu cara untuk mendapatkan modal usaha dengan bunga yang paling rendah jika dibandingkan dengan pinjaman dari pihak lain. 

Terlepas dari bunga pinjaman yang rendah, tidak semua bentuk usaha dapat memanfaatkan pinjaman KUR. Sebab, KUR mengutamakan jenis usaha yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, kehutanan, hingga usaha simpan pinjam. KUR juga mengutamakan bisnis yang telah berjalan selama lebih dari 1 tahun.

Bisakah mulai usaha tanpa modal?

Bagi Anda yang ingin memiliki bisnis Anda sendiri namun belum mengantongi jumlah modal yang cukup, jangan langsung menghempaskan keinginan berbisnis Anda. Pasalnya, ada beberapa cara untuk memulai usaha tanpa modal sama sekali.

Anda dapat menjalani bisnis dropshipping, atau bisnis yang menghubungkan antara produsen atau pemasok dengan pembeli tanpa harus menyetok barang. Anda hanya perlu membuat identitas toko Anda, mencari supplier yang dapat dipercaya, dan menjalankan aktivitas promosi.

Misalnya, Anda tertarik membuka bisnis dropshipping kecantikan. Setiap ada pesanan masuk, Anda dapat memesan ke supplier yang telah Anda percayai, kemudian supplier tersebut akan langsung mengirimkan produk ke alamat pembeli Anda, dengan menggunakan nama toko Anda sebagai pengirim.

Karena tidak semua pemasok terbuka dengan sistem dropshipping, Anda perlu menanyakan hal ini terlebih dahulu.

Selain dropshipping, Anda juga dapat menjual jasa konsultasi. Misalnya, Anda mempunyai pengalaman bekerja menjadi brand strategist. Ketika teman Anda sedang dalam proses pembuatan brand mereka sendiri, Anda dapat menawarkan jasa konsultasi terkait pembangunan dan pengembangan brand tersebut. 

Setelah brand tersebut berjalan, Anda dapat memasukkannya ke dalam portfolio Anda. Kemudian, sebar portfolio dan tawarkan jasa milik Anda kepada orang yang dirasa sedang membangun dan mengembangkan brand mereka.

1 view0 comments